Friday, September 13, 2013

SENJA BIRU [FIKSI MINI]

Tatkala senja menampakkan parasnya, seraya ku berjalan menyisiri pinggiran trotoar di kota metropolitan ini. Mungkin sekarang wajahku pucat pasi. Karena sedari tadi aku sedang mencari sesuap nasi. Namun tak kunjung kutemukan pun secuil nasi basi.

"Mungkin disinikah tempatku merebahkan tubuh ini untuk membusuk selamanya?"

“Tidak! Aku tidak akan semudah itu mati!” gejolak hatiku merayap geram, lapar merajarela.

Lalu dengan muka lusuh ku hampiri setiap warung dan pejajanan yang ada. Berharap menemukan sebungkus nasi, basipun tak masalah. Namun tak kunjung kutemukan apapun itu.

Senja pun seraya meredup berganti malam. Anehnya, perutku tidak kunjung kenyang. "Ya iyalah, sebiji nasi pun tidak aku temukan! Bagaimana mau kenyang!" kecamku dalam hati. Aku benci pada diriku sendiri. Lalu ku tutup mata ini seiring dengan redupnya mentari di kala fajar itu.

TAMAT

caesar deer

No comments:

Post a Comment