Tatkala
senja menampakkan parasnya, seraya ku berjalan menyisiri pinggiran trotoar
di kota metropolitan ini. Mungkin sekarang wajahku pucat pasi. Karena sedari
tadi aku sedang mencari sesuap nasi. Namun tak kunjung kutemukan pun secuil
nasi basi.
"Mungkin
disinikah tempatku merebahkan tubuh ini untuk membusuk selamanya?"
“Tidak!
Aku tidak akan semudah itu mati!” gejolak hatiku merayap geram, lapar merajarela.
Lalu
dengan muka lusuh ku hampiri setiap warung dan pejajanan yang ada. Berharap
menemukan sebungkus nasi, basipun tak masalah. Namun tak kunjung kutemukan
apapun itu.
Senja
pun seraya meredup berganti malam. Anehnya, perutku tidak kunjung kenyang.
"Ya iyalah, sebiji nasi pun tidak aku temukan! Bagaimana mau
kenyang!" kecamku dalam hati. Aku benci pada diriku sendiri. Lalu ku tutup
mata ini seiring dengan redupnya mentari di kala fajar itu.
TAMAT
caesar deer
No comments:
Post a Comment